Judi Sabung Ayam Online
Tampilkan postingan dengan label Asusila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asusila. Tampilkan semua postingan

Cerita Sedarah Ayah Renggut Keperawanan Anak Kandungnya

Cerita Sedarah Ayah Perkosa Anak Kandung
Cerita Sedarah Ayah Renggut Keperawanan Anak Kandungnya - Apr, bocah berumur 10 tahun, jadi korban perbuatan bejat bapak kandungnya, Sul (34).

Dalam kondisi masih trauma, Apr ditemani ibunya mendatangi Polresta Palembang, guna melaporkan kejadian yang menimpanya, Senin sekitar pukul 10.45.

Kepada petugas pengaduan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Fat (34), ibu korban menuturkan, kejadiannya pada Minggu, sekitar pukul 00.00.

Di rumah kontrakan mereka yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Gang Seste Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU I, Palembang, saat itu Apr sedang terlelap tidur.

Sul mendekati korban yang sedang tidur dan membuka celananya hingga setengah bugil.

Sul kemudian melampiaskan nafsu birahinya.

"Saya terkejut pak, anak saya ini tiba-tiba bangun dan menangis,"

"Ketika bangun saya melihat Apr sudah setengah telanjang dan kelaminnya berdarah," ungkap warga Jalan Panca usaha Lorong Langgar Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU I, Palembang itu kepada Ioncasino.

Panik dengan keadaan anaknya, kemudian Fat membujuk Apr untuk bercerita.

"Saya tenangkan dulu Apr pak, karena dia menangis terus,"

"Setelah ia tenang. Kemudian Apr bercerita bahwa ia sudah diperkosa bapaknya sendiri,"

"Jujur pak mendengar itu saya shok. Setelah saya pikirkan, akhirnya saya melapor," ungkapnya.

Kasat Reskrim Polresta Kompol Maruly Pardede, terkait laporan korban mengatakan, laporan dan keterangan korban sudah diterima pihak dengan No : B-145/I/2016/Sumsel/Resta.

Cerita ML Terbaru 5 Cowok Gilir 1 Cewek ABG

Kisah Perkosa Cewek Bergilir
Cerita ML Terbaru 5 Cowok Gilir 1 Cewek ABG - Terungkap fakta baru bahwa tewasnya Fikriyatul Faidah, siswi SMP Negeri 41 Kenten Palembang, Rabu lalu ternyata sebelum dibunuh dengan cara dibuang ke kolam bekas galian, korban terlebih dahulu di perkosa secara bergilir.

Pelakunya tidak lain adalah paman korban sendiri, Somad (34) yang tingg­al serumah dengan korban di Jalan Tanjun­g Api-api lorong sekolahan.

Empat pelaku lainnya yakni, Toni (29) tetangga ko­rban di Jalan Sekolahan RT 27 Talang Jam­bi, Rudi (17) warga Talang Keramat, Rinto (25) di Gasing, dan Adl (13) warga Talang Keramat Banyuasin.

Tersangka bertambah menjadi lima orang setelah diringkus tersangka baru Adl yang ikut membunuh korban.

Kronologis penangkapan, setelah sebelumnya petugas meringkus tersangka Somad (paman korban) dan Toni.

Lalu keesokan harinya hari Minggu tim Reskrim Polsek Talang Kelapa berhasil menangkap dua tersangka yang sempat buron Rinto dan Rudi.

Setelah itu dari pengembangan lebih lanjut, polisi berhasil menangkap satu tersangka lagi Adl, anak di bawah umur.

Kapolsek Talang Kelapa, Kompol P Arianto mengatakan, penangkapan 3 tersangka lainnya setelah timnya menginterograsi dua tersangka Somad dan Toni.

Pada malam harinya, polisi berhasil meringkus dua tersangka lain Rudi dan Adl saat bermain warnet di kawasan Maskerebet.

Rudi yang saat itu berusaha melarikan diri saat penangkapan, terpaksa dihadiah timah panas dan tidak bisa berkutik lagi.

Sementara Adl menyerahkan diri pada petugas saat diringkus.

"Kedua tersangka kita ringkus tepatnya di sebuah warnet di Maskerebet Alang-Alang Lebar. Rudi terpaksa kita hadiah timah panas di kakinya saat mau melarikan diri," ujar Kompol P Arianto didampingi Kanit Reskrim Ady Akhyat.

Lalu polisi berhasil meringkus tersangka lainnya Rinto saat sedang berada di kebunnya di daerah gasing.

Saat itu pun pelaku coba melarikan diri saat disergap, polisi akhirnya menghadiah timah panas saat berusaha meringkus pelaku.

"Terpaksa kita hadiahi timah panas juga agar pelaku tidak melarikan diri," tambahnya.

Menurut keterangan pelaku Somad (paman korban), pemerkosaan dan pembunuhan keji itu dilakukan saat dia minta diantarkan korban (Fikriyatul Faidah) ke TKP, yang di sana telah menunggu empat rekannya Toni, Rudi, Rinto dan Aidil.

Korban lalu dibawa ke gubuk kosong, di sanalah korban dipukul hingga pingsan lalu digilir oleh para tersangka.

Di hadapan petugas Somad mengaku pertama kali memukul keponakannya itu, lalu kemudian Toni ikut memukul dengan menggunakan benda tumpul hingga pingsan.

Ketiga pelaku lainnya Rudi, Rinto dan Aidil ikut memegangi korban agar tidak berteriak.

"Setelah itu dia pingsan barulah kami gilir. Toni pertama kali garap dia (korban), kemudian Rudi giliran kedua, sedangkan aku giliran ketiga garap dia, setelah itu baru Rinto dan terakhir Adl," ujar Somad kepada Daftar Sbobet, tanpa ada penyesalan setelah membunuh dan memerkosa keponakannya sendiri.

Sementara Adl bocah bawah umur yang ikut menjadi pelaku membenarkan bahwa dia kebagian memperkosa korban.

Lalu setelah itu memakaikan kembali celana korban sebelum di buang ke kolam bekas galian.

"Waktu itu dia (korban) masih bergerak saat diperkosa secara bergilir" ucap Adl

"Setelah giliran saya pun dia masih begerak, barulah usai perkosa lalu saya kenakan lagi celananya sebelum dibuang," jelas bocah berumur 13 tahun tersebut.

Usai menjalankan aksinya, lalu para pelaku pulang dengan mengendarai sepeda motor yang dibawa pelaku Toni berboncengan dengan Somad.

Sementara Rudi berboncengan dengan Rinto dan sepeda motor milik korban dibawa Aidil untuk dijual.

Di hadapan petugas,Toni mengatakan, uang hasil penjualan sepeda motor dibagi, Rp 1 juta untuk dirinya, Rp 750 ribu untuk paman korban Somad, Rp 200 ribu untuk Rudi dan Rinto dan Rp 50 ribu untuk Aidil.

Sebagai informasi, pada Rabu (20/1/2016) lalu telah ditemukan jasad­ wanita muda yang tewas di kol­am bekas galian di kawasan talang kerama­t akibat aksi begal.

Akhirnya polisi berhasil meringkus 5 pelaku pembegalan tersebut.

Atas perbuatannya tersebut ­pelaku akan dikenakan pasal 338 KUHP ten­tang pembunuhan dan Pasal 365 ayat 3 KUH­P tentang pecurian disertai dengan keker­asan, dengan masa hukuman ­maksimal 15 tahun penjara.

Cerita Sedarah Paman Perkosa Keponakan Sendiri

Cerita Dewasa Sedarah Paman Ngentot Keponakan
Cerita Sedarah Paman Perkosa Keponakannya Sendiri- Walaupun bersumpah tidak mengaku melakukan semua tuduhan yang diarahkan padanya, terkait pencabulan, Ngadiso (50), tetap diamankan dan digiring di Polresta Palembang, Minggu, sekitar pukul 10.00.

Warga Jalan Mahoni Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuk Aman Kabupaten Linggau ini, diamankan petugas karena diduga telah melakukan aksi pencabulan terharap anak dibawah umur.

Pelaku dilaporkan adik iparnya sendiri bernama Nurul Zana (34), karena mencabuli anak kandungnya Ks (4), warga perumahan Liverpool di kawasan Jakabaring.

"Ya allah pak, sumpah demi tuhan, saya tidak melakukan hal itu. Anak itu masih kecil dan dia masih keponakan saya sendiri, tidak mungkin saya lakukan perbuatan hina seperti itu,"ungkap Ngadiso.

Tuduhan keluarga korban, lanjut Ngadiso, semua tidak benar. Ia disebut, men*s*k kemaluan korban, menj*l*t dan merenggut kesucian nya di dalam mobil mini bus.

"Semua itu tidak benar, Katanya saya melakukan hal itu," katanya kepada Sbobet Android.

Ngadiso menuturkan, kronologis kejadian peristiwa itu sudah lama terjadi di akhir tahun 2015.

Ketika itu ia mampir di rumah anak kandungnya yang juga berdekatan dengan rumah adik iparnya tesebut. Tiba-tiba dia dikabarkan melakukan semua tuduhan itu.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan, pelaku sudah diamankan sejak hari, Sabtu,pukul 00.00.

Karena dikhawatirkan kabur pelaku terpaksa diamankan polisi selama proses pengembangan dilakukan polisi.

"Kasus ini masih kita dalami, karena menunggu hasil visum. Apabila bukti sudah lengkap statusnya akan kita naikan sebagai tersangka,"kata Maruly.

Cerita Ngentot Cewek SMA Terbaru 2017

Kisah Ngentot Anak SMA 2017
Cerita Ngentot Cewek SMA Terbaru 2017 - Kekerasan seksual anak dibawah umur kembali terjadi di Kota Palembang.

Kali ini dialami seorang anak berinisial RO (15), dirinya dicekoki narkoba dan disetubuhi pria dewasa.

Akibat kejadian tersebut, ayah korban mendatangi Polresta Palembang, guna melaporkan kejadian yang dialami anaknya.

Kepada petugas, dirinya melaporkan pelaku Bobi (25), yang diduga telah memperkosa anaknya sebanyak dua kali berdasarkan laporan No LP/B-346/II/2016/RESTA/SUMSEL.

Menurut kronologis kejadian pada Senin, pukul 00.00 di rumah pelaku di Jalan Iptu A Wahab Lorong Juminten I RT6/2 Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang.

Sepulang sekolah korban pamit ke rumah temannya EA dan di sana korban bertemu pelaku.

Lalu korban diajak ke rumah pelaku dan dipaksa menikmati narkoba jenis sabu-sabu dan ganja.

Setelah tidak sadarkan diri korban diajak berhubungan badan.

Karena khawatir anaknya tidak pulang ke rumah pelapor akhirnya mencari korban.

"Saat cari anak saya, kemudian saya bertemu pelaku dan langsung mengajak anak saya pulang," ungkap pelapor kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Namun saat itu ayahnya tidak curiga karena anaknya dalam kondisi sehat.

Saat diinterogasi apa saja yang dilakukan anaknya di rumah tersebut bersama terlapor.

Gadis belia duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) itu mengatakan, apa yang dialami.

Mendengar cerita polos sang anak Mintarya geram dan langsung melaporkan ke kantor polisi.

"Setelah di rumah saya paksa dia bercerita baru semuanya jelas. Saya tidak terima pak! Anak saya sekarang di rumah sakit diperiksa agar dia juga tidak kecanduan narkoba," katanya kepada situs Sabung Ayam Online.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan, semua laporan telah diterima dan segera akan ditindak lanjuti.

Dua kasus tersebut ditindaklanjuti oleh unit perlindungan perempuan dan anak (PPA).

Cerita Waria Diperkosa Hingga 2.000 Kali di Dalam Penjara

Cerita Dewasa Waria Diperkosa ML
Cerita Waria Diperkosa Hingga 2.000 Kali di Dalam Penjara - Seorang wanita transgender belum lama ini mengungkapkan dirinya telah diperkosa lebih dari 2000 kali saat dipenjara di sebuah penjara khusus pria yang berlokasi di Queensland, Australia.

Wanita transgender yang aslinya terlahir pria ini diketahui bernama Mary.

Ia menceritakan pengalaman menyeramkannya tersebut, yang terjadi pada 1990 di Penjara Boggo Road yang terletak di Kota Brisbane.

Dalam ceritanya, Mary awalnya menghabiskan waktu sekitar empat tahun dalam penjara akibat kasus pencurian mobil.

Hal inilah yang menjadi awal dari hal yang dianggapnya “neraka di bumi” tersebut.

“Biasanya kau akan diajak mengobrol soal perlindungan terlebih dahulu sebagai imbalan agar mau melakukan hubungan seks,” ujar Mary kepada news.com.au.

“Hal itu adalah pemerkosaan dan ya, aku mengalami penyiksaan seperti cambukan dan hinaan sampai akhirnya aku tiba pada suatu titik dimana aku harus melakukannya agar bisa bertahan hidup,"

"Namun, bertahan hidup bagiku menjadi kenikmatan dimata tahanan yang lain.”

Mary juga menceritakan saat paling merendahkan dalam hidupnya, yakni ketika ia dipaksa melucuti seluruh pakaiannya untuk menjalani pemeriksaan tubuh ketika ia pertama kali tiba di penjara.

Dan saat dimana tahanan lainnya mengetahui kalau ia adalah seorang transgender, sesaat setelah ia tiba di selnya.

Yang paling mengerikan adalah perlakuan yang ia terima, seperti diwartakan oleh Daftar Ion777, Mary sempat mencoba melarikan diri sebanyak tiga kali.

Hal ini nekat ia lakukan agar bisa lari dari segala pelecehan yang ia terima selama disana.

Selama berada di balik jeruji besi, Mary sempat menolak perawatan hormon yang diberikan kepadanya, hal ini akhirnya menyebabkan beberapa rambut pun mulai tumbuh di beberapa bagian di tubuhnya, dalam waktu seminggu.

Ia juga menceritakan cerita ketika seorang tahanan yang juga seorang trasngender akhirnya memutuskan untuk bunuh diri, setelah ia dihukum kembali ke penjara akibat melanggar peraturan pembebasan bersyarat.

Rasa luka yang dialami Mary saat masih dipenjara tetap membekas di dalam benaknya sejak ia meninggalkan penjara tersebut, dan dampaknya, Mary tak berhasil membangun kehidupan secara normal.

“Kami ini manusia dan kebanyakan dari kami terlahir seperti ini dan kami sebenarnya hanya ingin menjalani hidup kami,"

Tapi kami malah dicemooh oleh masyarakat karena kami punya keberanian untuk menjadi kami yang sekarang,” ujar Mary.

Cerita Pemerkosaan Anak Kecil

Cerita Pemerkosaan Anak ABG
Cerita Seks Pemerkosaan Terbaru 2017 - Setelah sempat menghilang selama dua hari, persisnya sejak sekitar pukul 18.00 WIB, akhirnya Fitriani (8) warga Mangsang Kecamatan Bayunglincir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), akhirnya ditemukan.

Fitriani pertama kali ditemukan oleh kakaknya, Riki (12) yang hendak memancing ikan di hutan Mangsang atau berjarak sekitar 2,5 Km dari rumahnya.

Namun, saat ditemukan Fitriani sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Bahkan, saat pertama kali ditemukan, Fitriani juga dalam keadaan tanpa busana alias bugil serta telah mengeluarkan aroma tidak sedap.

Bahkan, saat pertama kali ditemukan, pada alat kelaminnya juga tertancap ranting kayu yang panjangnya sekitar 10 Cm dan memiliki diameter sebesar jempol.

Diduga, korban tewas setelah diperkosa lalu dibunuh.

Dengan adanya penemuan tersebut, sehingga jenazah korban pun dibawa ke Kamar Mayat RS Bhayangkara Polda Sumsel Palembang guna dilakukan outopsi.

Jenazah korban tiba di Kamar Mayat RS Bhayangkara Polda Sumsel Palembang, sekitar pukul 02.00 WIB.

Ditemui di Kamar Mayat RS Bhayangkara Polda Sumsel Palembang, ayah korban, Siaman (47), mengatakan, anaknya tersebut pergi tanpa pamit.

"Biasanya, kalau sudah pergi pasti pulang, nah ini tidak pulang, kami sudah keliling mencarinya," jelasnya.

Setelah itu sekitar pukul 11.00 WIB, dikatakan Siaman, anak lelakinya, Riki (12) yang juga merupakan kakak pertama korban pergi hendak memancing ke hutan Mangsang.

Namun, sebelum memancing anak lelakinya tersebut mencium aroma tak sedap dari seberang sungai.

"Karena penasaran, dia pun menyeberangi sungai dan mendapati adiknya sudah terbujur kaku tanpa pakaian terus akhirnya melapor kepada saya," terangnya.

Mendapatkan laporan tersebut, masih dikatakan Siaman, ia langsung melihat jenazah tersebut.

Awalnya, ia sempat tidak percaya namun setelah melihat, ia baru percaya itu adalah jenazah anaknya.

"Saya langsung melapor ke Polsek (Polsek Mangsang-red) dan kemudian dibawa ke sini ini (Kamar Mayat RS Bhayangkara Polda Sumsel Palembang-red)," ungkapnya.

Menurut Siaman, anak ketiganya tersebut memang mengalami sedikit ganguan dan orangnya pendiam.

"Kalau pergi langsung pergi dan tak pernah pamit. Nanti pulang kalau dia lapar. Memang seperti itu orangnya dan dari rumah ke hutan Mangsang menempuh jarak 2,5 Km," tuturnya kepada Daftar Casino Online.

Sementara itu, Kaur Kesmapta Polda Sumsel, Kompol dr Mansyuri mengatakan, dari hasil outopsi diketahui korban meninggal karena kekerasan benda tumpul di kepala, badan dan luka memar di bahu dan di kakinya yang diduga akibat dianiaya.

"Diduga ada kekerasaan seksual, karena ada luka memar di pinggul tapi untuk lebih jelasnya masih didalami dan kecurigaan ke arah sana memang ada," ungkapnya.

Saat ditanya lebih lanjut dengan adanya ranting kayu yang tertancap di kemalauan korban, dr Mansyuri tidak bisa memberikan banyak komentar.

"Itu memang ada dan kita juga belum tahu kayu itu dimasukkan siapa, pokoknya itu tidak manusiawi. Untuk kayu itu sendiri sudah kita serahkan ke penyidik," terangnya.

Kuli Bangunan Meremas Payudara Cewek Seksi

Skandal nyata, seorang laki-laki yang berprofesi sebagai kuli bangunan mencabuli seorang cewek seksi. Akibatnya kuli bangunan di Blitar, Jawa Timur ini dihajar massa akibat mencabuli seorang gadis dengan cara meramas payudaranya saat melintas di jalanan di wilayah Selokajang. Korban yang berteriak minta tolong mengundang massa untuk datang dan menghajar pelaku.

Imam Solikin pun harus mempertangungjawabkan perbuatannya di Mapolsek Srengat. Pemuda 21 tahun itu langsung ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap Anggi Viona (22), warga Ponggok, Blitar.

Menurut pengakuan tersangka, aksi pencabulan dilakukannya secara spontan saat melihat korban melintas mengunakan sepeda motor dengan pakaian seksi. Tersangka yang tak tahan dengan nafsu yang bergejolak langsung meremas payudara korban hingga korban berteriak.

Tersangka sempat menganiaya Anggi lantaran korban berteriak dan berusaha melawan. Hal itu semakin memicu kemarahan warga yang berada di sekitar lokasi hingga mengejar tersangka. Imam akhirnya diringkus petugas kepolisian setelah warga menghakiminya hingga babak belur di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Srengat Kompol I Ketut Mudita menyatakan kini tersangka meringkuk di sel tahanan Mapolsek dan terancam pasal pencabulan dengan hukuman 2 tahun penjara.

Skandal Pelajar ML di Mesjid

Sebuah peristiwa nyata, sepasang pelajar tertangkap ketahuan ML di mesjid. dua pelajar asal Pasuruan, Jawa Timur ini. Masjid yang semestinya tempat beribadah malah dijadikan tempat berbuat asusila. Keduanya tertangkap basah dalam kondisi telanjang bulat usai melakukan hubungan badan di toilet Masjid Baiturohman.

Sontak peristiwa memilukan ini membuat warga Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, marah. AI (17) dan NS (15), pelajar kelas 1 dan kelas 2 SMA swasta yang tepergok berbuat asusila itu akhirnya digiring ke balai desa setempat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tertangkapnya kedua insan berlainan jenis ini berawal dari kejelian M Choirul Anam. Staf SMKN Bangil yang tengah kerja bakti itu curiga saat melihat kedatangan pelajar perempuan, NS (15), ke masjid pada Sabtu (12/4/2014) siang. Apalagi NS yang tidak menggunakan seragam sekolah menyembunyikan bukunya di bawah beduk masjid.

Tak berselang lama, AI (17), yang belakangan diketahui sebagai kekasihnya, datang ke Masjid Baiturohman menggunakan sepeda motor. Setelah merasa situasi aman keduanya lantas beranjak menuju toilet putri masjid.

Curiga dengan gerak gerik keduanya, Choirul Anam lantas mengecek ke toilet masjid. Betapa terkejutnya dia setelah mendobrak pintu kamar mandi mendapati dua insan berlainan jenis tersebut dalam kondisi telanjang bulat usai melakukan perbuatan asusila dengan beralaskan plastik. Anam lantas melaporkan peristiwa ini ke warga sekitar dan menggelandang kedua pelajar ke balai desa.

Saat dimintai keterangan, AI mengaku sudah sering melakukan hubungan badan dengan kekasihnya. Kali ini hubungan terlarang itu dilakukan di masjid lantaran sudah tidak kuat menahan birahi.

Kendati demikian, pelajar asal SMA swasta di Beji itu berjanji akan menikahi kekasihnya, meski orangtua kedua belah pihak belum mengerti kejadian ini. Selain mengamankan dua pelajar tersebut warga setempat juga menyita sepeda motor dan plastik sebagai alas berbuat asusila untuk selanjutnya diserahkan ke polisi.

Pelacur Tertua di Dunia Berusia 96 Tahun

Pelacur Tertua di Dunia Berusia 96 Tahun - Bisnis prostitusi dinilai sebagai salah satu bisnis tertua di dunia. Meski dinilai bertentangan dengan ajaran agama mana pun, bisnis lembah hitam itu hingga kini masih terus digeluti.

Milly Cooper misalnya. Wanita berusia 96 tahun ini masih menggeluti profesi itu meski usianya saat ini telah senja. Dalam satu tahun, nenek ini dapat menghasilkan uang sebesar 50 ribu Poundsterling.

Seperti dikutip dari daily mail, Kamis (19/4), Cooper mengaku telah melayani 3.500 pria hidung belang. Usia para klien Cooper itu berkisar 29 tahun hingga 99 tahun.

Perempuan yang saat ini tinggal di Las Vegas Amerika Serikat, setelah pindah dari London Inggris, mengaku pertama kali terjun ke dunia prostitusi pada akhir Perang Dunia II. Saat itu suami yang dicintainya tewas dalam perang tahun 1945. Karena bingung harus memenuhi kebutuhan bayi perempuannya, Cooper akhirnya memutuskan memberikan layanan seks pribadi kepada pria hidung belang.

Setelah 10 tahun menjalani profesi sebagai pekerja seks komersial (PSK), Cooper akhirnya menikah lagi pada tahun 1955. Namun, pernikahan itu tak menghentikan langkah Cooper di dunia prostitusi, dia justru membuka rumah prostitusi dan mempekerjakan 10 orang PSK. Cooper menjalani profesi itu selama 25 tahun hingga suami ke duanya meninggal. Meski sang suami meninggalkan warisan dalam jumlah besar, namun Cooper terus menggeluti profesi sebagai germo.

Tahun 1979, Cooper memutuskan kembali memberikan pelayanan seks pribadi. Dalam satu minggu, dia mengaku minimal melayani dua klien. Dalam satu kali kencan dia mengaku memasang tarif 800 Poundsterling.

Lokalisasi Saritem Bandung, Sejarah dan Faktanya

Lokalisasi Saritem Bandung, Sejarah dan Faktanya - Lokalisasi Saritem seolah terlalu melekat dengan kota kembang, Bandung. Bahkan keberadaannya jauh sebelum republik ini merdeka tahun 1945. Lokalisasi ini berada di pusaran pusat kota Bandung yang dihimpit tiga Jalan besar yakni Jalan Gardujati, Jalan Sudirman, dan Jalan Kebonjati.

Ketenaran Saritem bukan saja baru dua atau tiga tahun, melainkan sudah sejak abad ke 19. Paling tidak ketenaran Saritem bisa dihubungkan dengan proses modernisasi pada tahun 1906 ketika Bandung dijadikan tempat kota tujuan wisata paling eksotis di Asia.

Lantas Saritem pun layaknya sebuah wisata sejak dulu hingga kini. Meski pemerintah berupaya secara resmi menutup bisnis mesum ini. Namun bisnis tersebut nyatanya masih berjalan.

Dengan adanya Perda Kota Bandung No 11/1995, efektif mulai November 2006 semua kompleks lokalisasi akan mulai dihapuskan. Semua kegiatan lokalisasi Saritem akan diakhiri pada 17 April 2007 pukul 24.00 WIB dan Saritem akan ditutup pada 18 April 2007.

Tapi nyatanya hingga saat ini, Saritem masih saja beroperasi. Layaknya jual beli di pasar, tak jauh berbeda dengan Saritem. Pantauan merdeka.com, sepanjang Jalan Saritem yang kurang lebih 1 km, di bahu kiri jalan sejumlah pria menawarkan kepada setiap kendaraan yang melintas.

"Kang parkirkeun heula kang (mas parkirin dulu mas kendaraannya)," kata sejajaran pria yang memanggil kepada setiap kendaraan.

Lokalisasi PSK Saritem Bandung
Padahal lalu lalang kendaraan siang itu sedang padat. Tawar menawar pun tak lagi tertutup melainkan terang-terangan.

Budi (32) salah satu pria yang mengaku sudah melakukan penyedia jasa wanita itu banyak memberikan pilihan wanita. "Ada yang Rp 150 ribu, Rp 200 ribu, bahkan Rp 500 ribu," katanya.

"Kalau yang Rp 500 ribu mah dijamin muda dan seger kang. Jiga artis (kaya artis-red)," kilahnya.

Ia pun mengaku tak takut meski secara resmi lokalisasi ini sudah resmi ditutup. "Aman kang. Moal aya nu ngagerebeg," terangnya.

Ratusan perempuan berjejer disela-sela gang. Mereka memperlihatkan kemolekan tubuh yang kemudian dilakukan tawar menawar untuk memuaskan hasrat pria hidung belang.

Soal Dunia Prostitusi di Jakarta

Tidur Pelacur Jakarta
Soal Dunia Prostitusi di Jakarta - Bukan rahasia umum bahwa praktik prostitusi yang dikemas dalam berbagai bentuk telah menjamur di kota-kota besar. Tak terkecuali di kota metropolitan, Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok), mengaku tidak mudah untuk memberantas menjamurnya prostitusi di ibu kota.

Susah juga tuh. Kayak kemarin razia, makanya kita kemarin serba susah. Sebetulnya dulu dia lokalisasi istilahnya untuk kontrol mereka. Jadi kita sudah tahu, ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (10/10).

Indonesia adalah bangsa yang beragama, kata Ahok. Menurutnya, menjamurnya prostitusi sama halnya dengan maraknya koruptor dan menjadi persoalan yang tidak bisa dianggap sepele.

Makanya kalau mau ngomong jujur, korupsi sama prostitusi sama-sama masuk neraka nggak? Sama sama kan, sama salahnya. Tinggal ketangkep enggak ketangkepnya itu, kata Ahok.

Ahok sendiri mengungkapkan kegalauannya mengapa tidak ada massa yang demo dan turut berpartisipasi untuk meminimalisir prostitusi, jika mereka betul-betul mendapatkan data dan bukti praktik tersebut.

Makanya yang kita bingung kok gak ada yang demo di situ gitu ya. Jadi maksud saya kalau ada bukti kan harusnya kan bisa demo, jelasnya.

Saat ditanya upaya apa yang akan dilakukan menyikapi menjamurnya prostitusi, Ahok mengatakan pihaknya akan terus mengawasinya. Solusinya tetap kita kontrol, singkatnya.

Lokalisasi Prostitusi PSK di Sanur Bali

Lokalisasi Prostitusi PSK di Sanur Bali - Lokalisasi di Jl Danau Tempe, Sanur ini dikenal banyak untuk kalangan kelas bawah. PSK yang beroperasi kebanyakan berasal dari kota kota di Jawa Timur dan Jawa Barat. Mereka beroperasi di bilik bilik gelap nan sempit di sekitaran Sanur.

Jangan bayangkan tempat yang layak bagi 'operasi' mereka. Sehari hari mereka menjual layanan seks berteman dinding kusam, dipan dari semen dan kasur busa tipis. Lampunya remang remang dengan suara musik dangdut berdentum.

Konsumen mereka juga dari kalangan kelas bawah. Tarifnya berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu sekali kencan. Lokasi yang hampir mirip juga ditemukan di Padanggalak, Sanur.

Perkembangan

NYARIS di semua sudut kota budaya ini telah dirambah PSK (pekerja seks komersial). Penyebaran sudah ke mana-mana. Ada yang berdalih sebagai karyawati sebuah perusahaan, mahasiswi, dan banyak lagi dalih lainnya. Bahkan, di antara mereka ada yang ''berbaju'' sekolahan dengan menyebut dirinya siswi. Sementara praktiknya, bisa saja di hotel, atau terselubung di panti pijat. Kini ''penghuni'' di Sanur itu telah masuk kota. Berbicara prostitusi di Sanur tak bisa lepas dari lokalisasi bernama Carik di kawasan Lumintang. Konon, Lumintang juga awal mula prostitusi terorganisasi di Bali.

Sadar akan bisnis ini menggiurkan, transaksi wanita penghibur akhirnya dikelola secara profesional. Maka lahirlah satu ''lokalisasi'' yang namanya Carik di kawasan Lumintang. Lokalisasi ini dikelola secara apik oleh salah satu perkumpulan dan mempekerjakan puluhan PSK. Praktik bisnis seks ini akhirnya mencuatkan nama Lumintang sebagai kawasan prostitusi.

Seiring dengan berkembangnya pariwisata Sanur tahun 1970-an, banyak pemandu wisata akhirnya mencarikan tamunya PSK di kawasan Lumintang. Para PSK ini dibawa ke Sanur untuk memenuhi pesanan tamunnya. Lalu bagaimana penduduk Sanur bisa terpikat dengan bisnis ini? Ceritanya juga menarik. Ketika wisata Sanur berkembang sekitar tahun 1974, warga lokal yang kebanyakan penggarap mulai terpinggirkan. Mata pencaharian mereka membuat kapur dengan bahan kerang laut terjepit dan dilarang.

Ruang untuk menambatkan jukung juga dicaplok hotel. Apalagi, penghasilan dari menanam bangkuang nyaris tak memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi ini praktis membuat mereka terjepit. Di sisi lain, pariwisata terus berkembang pesat. Penjepitan ekonomi makin menjadi-jadi.

Di tengah kekalutan ekonomi ini, di Sanur muncul rencana membangun mes bagi angkatan laut. Tanahnya milik Gung Ruma yang dijual kepada salah satu angkatan. Namun, rencana ini mangkrak dan lahanya telantar. Lahan ini akhirnya dikelola orang-orang lokal dengan membangun bedeng-bedeng darurat untuk disewakan kepada wisatawan, termasuk PSK yang praktik part time. Lokasi ini dikenal dengan sebutan Wisma Bahari.

Bisnis rumah bedeng di kawasan pantai Kesumasari, Sumawang ini ternyata berkembang pesat. Transaksi yang sumringah membuat warga lokal banyak beralih profesi dari petani dan nelayan sebagai pedagang nasi. Yang lebih bermodal mulai mencoba meniru bisnis rumah bedeng Wisma Bahari. Pelanggannya sudah jelas yakni para PSK. ''Saat itu bisnis esek-esek betul-betul menjadi penyelamat perekonomian warga lokal yang terjepit gairah pariwisata,'' ujar sumber tadi. Sementara sejumlah warga Sanur lainnya mulai merambah dunia pariwisata dengan posisi sebagai gardener, mengingat SDM mereka tergolong terbatas.

Beralih ke Sanggaran

Maraknya prostitusi karena dipicu perkembangan pariwisata, ternyata direspons birokrat saat itu. Zaman pemerintahn Bupati Badung Dewa Gede Oka, prostitusi ini coba dipindahkan ke salah satu tanah negara di Sanggaran. Langkah ini mengundang pro dan kontra. Namun, demi memudahkan lokalisasi Sanggaran tetap saja jalan walau hanya bertahan sekitar dua tahun.

Sebagian PSK lari ke Sumawang dan Belanjong. Belakangan ini konsentrasi PSK dikabarkan ada di Gerojogan arah selatan Sumawang. PSK lainnya mencari lahan baru. Bubarnya Sanggaran juga melahirkan kantong-kantong PSK di hotel.

Di tengah mewujudkan pariwisata Bali bernapaskan budaya dan menjadikan Denpasar sebagai kota budaya, bisnis maksiat ini ternyata makin subur. Tak hanya malam hari, siang hari pun transaksi tetap jalan. Ironis memang! Tetapi itulah realita yang dihadapi Denpasar sebagai kota budaya. Penyebaran mereka, tentu saja akan membuat citra kota ini menjadi kurang baik. Belum lagi dampak sosial yang ditimbulkannya.

Dalam mengatasi dampak yang ditimbulkan utamnya penyakit, Yayasan Kerta Praja memberikan pengobatan gratis kepada PSK. Tak hanya itu, yayasan ini juga memiliki tujuh orang konselor yang tiap hari memberikan konseling kepada PSK yang ada di Kota Denpasar.

Pekerja sosial yang sering kali memberikan konseling mengatakan bahwa penyebaran mereka sudah ke mana-mana. Hampir di seluruh tempat di Kota Denpasar ini telah dirambah PSK. Hal ini tentu saja sangat berbahaya, karena ''penyakit'' yang dibawa -- baik penyakit sosial maupun penyakit dalam arti sebenarnya -- bisa menularkan kepada warga yang lain. Oleh karena itu, pemantauan terus dilakukan.

Namun, pemantauan itu bukan pekerjaan mudah. Sebab, kini ada kecenderungan PSK didatangkan dari Jembrana dan Buleleng. Mereka di-booking hanya untuk satu hari. Sebab, mereka kebanyakan berprofesi sebagai pelajar.

Prostitusi PSK Jalanan di Bali

 
Prostitusi PSK Jalanan di Bali - Bagi warga Bali yang sering lewat Jalan Gatot Subroto, Denpasar, tidak asing lagi dengan praktik prostitusi tiap malam. Para pekerja seks komersial sering mangkal di sekitar perempatan Jalan Bung Tomo dan Jalan Pidada.

Para PSK yang berada di lokalisasi ini memasang tarif yang tidak tinggi. Menurut catatan survei dari Yayasan Kertipraja yang bergerak dalam konseling PSK menghitung mereka seringkali bersedia dibayar sekitar Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu.

Hitungan yayasan ini, ada sekitar 300 PSK yang beroperasi di ruas jalan ini. Pihak pemerintah sudah sering melakukan penertiban, tetapi selalu gagal mengusik keberadaan mereka.

Video Mesum Guru dan Bidan di Kabupaten Tebo, Jambi

Beredarnya Video Mesum Guru dan Bidan di Kabupaten Tebo, Jambi membuat masyarakat sekitar menjadi resah. Pasalnya, dalam video berdurasi 4 menit 20 detik tersebut terlihat jelas bahwa pelaku merupakan pasangan guru dan bidan yang saat ini sudah menjadi pasangan suami istri dan menikah pada tahun 2011 lalu. Keduanya, berasal dari unit 15, Jalan Samarinda, Desa Wirimangun, Kecamatan Rimbo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi. 

Yang menjadikan tambah heboh, ternyata video tersebut direkam oleh pelaku pada tahun 2010 atau setahun sebelum keduanya menikah dengan menggunakan HP Nokia X6 milik TS.

Pelaku laki-laki diketahui bernama TS (23) dan merupakan guru di salah satu SMA di Kabupaten Tebo. Sedangkan yang perempuan adalah bidan yang bekerja di salah satu klinik di Muara Bungo bernama AD (23).

Kini kasus video mesum tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian sektor Rimbo Ilir. Polisi juga telah melakukan pemanggilan terhadap TS dan beberapa saksi.

Orang tua TS, Yamin ketika ditanya terkait beredarnya video mesum tersebut tidak membantah bahwa pelaku yang ada didalam video tersebut adalah anak laki-lakinya. Dirinya menyebut video tersebut dibuat ketika anaknya masih pacaran.

Terpisah, orang AD, Maryono ketika ditanya terkait video seks tidak senonoh tersebut juga berucap hal yang sama. “Jika melihat dari videonya itu dibuat di rumah saya sendiri,”aku Maryono, Sabtu 26 Januari 2013 lalu.

Bahkan katanya, kedua anak dan menantunya tersebut kini telah dipanggil oleh pihak berwajib termasuk juga telah diselesaikan secara adat warga setempat.

Kapolsek Rimbo Ilir Iptu Rivan membenarkan jika terduga pelaku dalam video mesum tersebut sudah diperiksa. “Untuk sementara saudara AD belum dipanggil untuk diperiksa dan dimintai keterangannya, karena saat ini AD dalam kondisi hamil tua,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan kata dia pemeran laki-laki dalam video seks tersebut saat ini masih saksi. “Namun tidak menutup kemungkinan juga dia bisa dijadikan tersangka jika saksi sudah lengkap,” tegasnya.

Kisah Seks Wanita Diperkosa Perampok 2013

Kisah Seks Wanita Diperkosa Perampok ini bukan sekedar kisah rekayasa tapi benar-benar terjadi. Yup, perampok cabul menggilir seorang ibu rumahtangga di rumah kontrakan di bilangan Mekarsari, Tambun, Kabupaten Bekasi, Sabtu 2 Februari 2013 dini hari. Dua dari tiga pelaku ini memperkosa wanita berusia 22 tahun dengan mengancam pakai obeng.

Selain merenggut kehormatan, wanita malang itu, pelaku juga menggasak harta benda berupa sepeda motor, televisi, HP, dan cincin emas. Kini Polsek Tambun masih memburu pelaku yang kabur diperkirakan menggunakan mobil.

Peristiwa naas menimpa wanita itu terjadi sekitar pukul 04.00 . Tiga lelaki masuk ke rumah kontrakan itu langsung menodongkan obeng ke arah Ny N yang memang sedang ditinggal bertugas sang suami. Dua dari tiga kawanan perampok ini memperkosa korban.

Korban diancam pakai obeng sehingga tak bisa berkutik. Dua dari tiga pelaku ini memperkosa korban. Korban baru bisa berteriak setelah kawanan perampok itu kabur.

Warga berdatangan ke rumah korban. Petugas Polsek Tambun memintai keterangan korban dan membawanya visum ke RS Polri Kramatjati

Cewek ABG Diperkosa Berkali-Kali Oleh 18 Pria

Cewek ABG Diperkosa Berkali-Kali Oleh 18 Pria - Sungguh tragis. AF, gadis yang baru berumur 16 tahun, menjadi korban dari aksi tak senonoh yang dilakukan 18 pria di lima lokasi pada Rabu malam 4 April 2012 hingga Kamis 5 April dini hari. Sebelumnya, Rabu sekitar pukul 23.00 WIB, AF bersama teman prianya nongkrong di kawasan Tugu Alian yang, Sui Ambawang, Kubu Raya. Teman prianya kabur setelah dikeroyok sejumlah pria. AF yang mencari pertolongan di gudang terdekat, malah jadi korban.

Dari 18 pria yang diduga melakukan perbuatan tak senonoh terhadap AF, aparat Polresta Pontianak sudah menangkap lima di antaranya. Sementara pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Puji Prayitno, mengatakan, kelima tersangka dalam pemeriksaan. Mereka terancam melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak.

Terkait dengan kejadian tersebut, Puji mengimbau kepada masyarakat, terutama kalangan orangtua, untuk lebih waspada dan dapat mengawasi aktivitas anaknya apabila berada di luar rumah.

"Sebagai orangtua, kita diharapkan lebih waspada dan dapat mengatisipasi agar anak-anak kita tidak menjadi korban kejahatan. Selain itu, selalu memantau dan mengawasi ketika anak-anak sedang tidak berada di rumah," katanya.

Informasi yang dihimpun Tribun, kawasan Tugu Alianyang di Jl Trans Kalimantan memang sering dijadikan tempat nongkrong pasangan belia yang sedang kasmaran. Lokasi tersebut tidak mendapat penerangan yang cukup, dan banyak areal yang memungkinkan terjadinya tindak asusila.

Kasus yang menimpa AF bermula saat ia bersama teman laki-lakinya, Rabu (4/4) malam sekitar pukul 23.00 WIB sedang asyik nongkrong di kawasan Tugu Alianyang.

Beberapa menit keduanya bersantai, tiba-tiba muncul dua orang pemuda tidak dikenal, yaitu Lo dan Dar, melakukan perampasan ponsel AF. Teman laki-laki dikeroyok hingga melarikan diri dan meninggalkan AF di lokasi.

Merasa terancam, AF mencoba meminta pertolongan ke sebuah gudang kontainer, tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun, apa daya, bukannya mendapat pertolongan, AF malah diintimi secara bergiliran oleh delapan orang yang berada di gudang tersebut, yaitu Bd, Ar, Lo, Dar, Ang, Mi, Rom, dan teman Ang yaitu Mr X.

Kedelapan pemuda tersebut diduga sedang dalam pengaruh minuman keras, dan korban juga diduga sempat dipaksa untuk meminum minuman beralkohol.

Setelah AF mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari delapan pemuda tersebut, Lo membawanya kembali ke Bundaran Tugu Alianyang, dan diduga disitu kembali diintimi oleh Lo dan Dr. Selanjutnya, Lo kembali membawa korban ke kebun sayur yang masih berada di kawasan jalan tersebut. Di situ, sudah ada empat orang yang menunggu, yaitu Fa, Sa, Ro, dan teman Fa yaitu Mr

Setelah keempat orang tersebut melampiaskan nafsu bejatnya, Fa kembali membawa korban ke sebuah pondok. Penderitaan AF belum berhenti, ternyata di pondok tersebut sudah menunggu empat pemuda, yakni Br, Hn, Dr, dan Mi.

Keempat pemuda itu diduga juga mengintimi AF secara bergiliran. Berselang beberapa waktu, Ro membawa korban ke tempat lain, yaitu di daerah Siantan Pontianak Utara, di rumah satu diantara tersangka. Di sana, sudah menunggu tiga orang pemuda, yakni In, Ra, dan Ri.

Praktek Aborsi Dokter Rejani Djalal Cilacap (2.400 Janin Setahun)

Praktek Aborsi Dokter Rejani Djalal Cilacap (2.400 Janin Setahun) - Hasil penyidikan Polres Cilacap terhadap dr Rejani Djalal benar-benar mencengangkan. Sejak tahun 2011 lalu hingga ditangkap 15 Maret 2012, dokter Rejani yang menjadi tersangka kasus aborsi sudah mengaborsi sebanyak 2.422 pasien. Jumlah pasien aborsi diketahui setelah polisi menyita dan memeriksa buku pasien dari rumah dan tempat praktik sang dokter.

Jumlah pasien aborsi diperkirakan mencapai ribuan orang. Perkiraan tersebut karena sang dokter sudah praktik sejak lama. “Sejak tahun 2011 ada 2.422 orang yang diduga melakukan praktik aborsi. Ini dilihat dari buku pasien serta keterangan perawat,” kata Kapolres Cilacap, Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Darmoko didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal, Guntur Saputro.

Buku pasien yang disita polisi merupakan buku tulis yang diisi tulisan tangan. Pada pasien yang melakukan aborsi ditandai dengan tanda berwarna merah. Data yang diamankan polisi merupakan data pasien sejak 2007 lalu. “Dari pengakuan dokter dia sudah membuka praktik sejak tahun 1991. Data yang kami amankan sejak 2007. Kalau dihitung ada 49 ribu lebih pasien yang datang sejak awal praktik,” kata Guntur.

Khusus untuk pasien tahun 2012 ia menyebutkan ada 505 pasien yang diduga sudah melakukan aborsi. Salah seorang pasien yang melakukan aborsi adalah Dwi Hastuti (DH) warga Randudongkal, Pemalang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Praktik aborsi yang dilakukan dokter Djalal terbongkar setelah polisi menerima laporan masyarakat. Pada 15 Maret, polisi melakukan penggledahan sekaligus penangkapan terhadap sang dokter. Sehari kemudian 16 Maret dilakukan pembongkaran septic tank dan ditemukan barang bukti aborsi berupa potongan janin hasil kuratase. Hingga saat ini polisi sudah menetapkan sembilan orang tersangka. Hingga saat ini polisi belum memeriksa tersangka dokter Djajal karena masih sakit jantung.

Penari Telanjang di Jakarta

Penari Telanjang di Jakarta - Polisi menetapkan 16 penari telanjang dari Golden Hands Hotel and Spa sebagai tersangka kasus pornografi dan pornoaksi. Selain itu, empat koordinator penari dan seorang disc jockey (DJ) juga dijerat dalam kasus yang sama.

Mereka kini ditahan di Mapolres Metro Jakarta Utara. "Total ada 21 orang Mereka kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Didi Hayamansyah saat dihubungi, Senin, 27 Februari 2012.

Menurut Didi, mereka akan dijerat dengan Pasal 34, Pasal 35, dan Pasal 36 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Anti-pornografi dan Pornoaksi serta Pasal 281 ayat 1e KUHP tentang Kesusilaan.

Sementara itu, polisi masih terus mendalami kasus ini. "Bagaimana modusnya, pembagian fee, itu masih kami dalami. Yang jelas sudah ada indikasi ke sana (pornografi dan pornoaksi)," kata Didi.

Sebelumnya aparat Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengamankan belasan wanita yang berprofesi sebagai penari telanjang di Hotel Golden Hands and Spa, Ruko Puri Delta Mas Blok B Nomor 7, Jalan Bandengan Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Rabu, 22 Februari 2012 malam. Selanjutnya kasus ini dilimpahkan ke Subdirektorat Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan akhirnya dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Utara sesuai tempat kejadian perkara pada Kamis, 24 Februari 2012.

Keberadaan penari telanjang Indonesia terutama dikota-kota besar seperti Jakarta memang sudah menjadi rahasia umum. 

Video Pesta Seks Pelajar SMA Gunungkidul Yogyakarta

Video Pesta Seks Pelajar SMA Gunungkidul Yogyakarta - Video mesum yang merekam pesta seks anak SMA di Gunungkidul Yogyakarta mengundang kontroversi dan penyikapan beragam tanggapan. Termasuk dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta yang menganggap video yang beredar luas bukan berisi adegan pesta seks, melainkan pelajar yang sedang berpacaran dan direkam oleh rekan mereka.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Sudodo, menganggap yang dilakukan pelajar salah satu SMA di Kecamatan Rongkop tersebut hanya melakukan adegan ciuman hot.

Dijelaskannya, pihak sekolah bersangkutan sudah mengklarifikasi melalui berbagai tahapan, seperti memanggil murid beserta orangtuanya.

“Anak sudah dipanggil dan dijelaskan bahwa perilaku tersebut menyimpang dan ada sejumlah pernyataan untuk tidak mengulang perbuatan mereka,” imbuh Sudodo.

Dia juga membantah para pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. “Enggak benar, kita masih di jalur pembinaan bukan mengeluarkan. Biar mereka bisa melaksanakan pendidikan dengan baik,” sambungnya.

Sementara itu kampanye memerangi kenakalan remaja akan semakin digalakkan, di antaranya Disdikpora sedang menyusun materi pelajaran terkait kenakalan remaja. “Kami akan koordinasikan dengan instansi terkait untuk jalan keluar,” katanya.

Selain itu pada Senin pekan depan Disdikpora menggandeng Kepolisian memimpin upacara bendera di setiap sekolah di Gunungkidul. ”Untuk Senin besok upacara bendera akan diinspekturi dari pihak Kepolisian, untuk memberikan materi tentang penyimpangan perilaku dan tertib hukum,” tandasnya.

Terpisah, Kabag Ops Polres Gunungkidul Kompol Suraji mengaku sudah mendapatkan surat tembusan untuk memberi penyuluhan kepada para siswa. Untuk itu, Polres akan mengerahkan perwira dan Kapolsek di seluruh Gunungkidul untuk membantu memberi penyuluhan.

Sementara dari informasi yang diperoleh, lima dari sembilan pelajar dalam video ciuman mesum tersebut sudah meminta maaf di hadapan guru, siswa, serta orangtua murid dalam upacara yang dilakukan di sekolah kemarin.

“Mereka tidak dikeluarkan. Ada satu yang memang tidak masuk, mungkin karena malu,” kata seorang sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Hilton Moreira Cabuli Pramugari

Hilton Moreira Cabuli Pramugari - Pemain Sepakbola Sriwijaya FC mencabuli perempuan (cewek) yang berprofesi sebagai pramugari. Bagaimana pencabulan ini terjadi dan seperti siapa serta siapa nama Pramugri yang dimaksud? Berikut adalah kronologinya!

Kepolisian Daerah Metro Jaya masih memeriksa Hilton Moreira, penyerang Sriwijaya FC, dan temannya, Leandro, atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang pramugari berinisial LS (19). Keduanya melakukan upaya pemerkosaan di dalam kamar apartemen LS di Apartemen Modern Land Tower Yellow, Tangerang.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, peristiwa ini bermula dari perkenalan singkat yang terjadi pada Selasa (21/2/2012) malam. Pada pukul 18.00 WIB, teman LS sesama pramugari dan pramugara, yakni MG, OL, dan AZ, turun ke lantai dasar apartemen untuk menarik uang di mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Tak sengaja, AZ bertemu dengan sekelompok pemuda asing yang ternyata adalah Hilton Moreira dan kawan-kawan. Hilton saat itu bersama dengan dua pesepak bola lainnya, yakni Leandro Dozales dan Bruno, yang baru saja tiba dengan taksi. Terjadi percakapan antara AZ dan ketiga pria asing itu. AZ kemudian mengajak ketiga pria itu ke kamar LS untuk merayakan ulang tahun temannya.

"AZ meminta agar mereka bawa bir kalau mau datang. Ketiganya pun menyanggupi," kata Rikwanto, Senin (27/2/2012) di Mapolda Metro Jaya. Pada pukul 20.00 WIB, Hilton, Bruno, dan Leandro mendatangi kamar LS dan disambut AZ.

LS ketika itu tidak mengetahui bahwa ketiga pria Latin ini akan hadir di apartemennya karena sedang tertidur di dalam kamar. Begitu terbangun, LS sudah mendapati Hilton, Bruno, dan Leandro sedang bercengkerama dengan teman-temannya. Ia pun bergabung dengan teman-temannya dan berkenalan dengan Hilton, Bruno, dan Leandro.

Ketika hari semakin larut, Hilton dan Leandro sudah semakin mabuk karena pengaruh alkohol. Sementara Bruno sudah terlebih dulu kembali ke kamar apartemen yang ada di gedung itu. Dalam pengaruh alkohol, Hilton dan Leandro mulai merayu LS. Rayuan demi rayuan tak mempan membuat LS luluh. Kedua pria itu pun lalu mulai meraba-raba tubuh LS.

LS melawan dan berteriak agar pria-pria itu tidak mendekatinya lagi. Sedangkan dua teman sesama pramugari, yakni MG dan OL, terlebih dulu keluar dan meminta pertolongan. LS kemudian pergi ke dalam kamar bersama temannya, AZ.

"Ternyata HM (Hilton Moreira) dan LD (Leandro) mengikuti korban masuk ke dalam kamar. Di kamar itulah korban dilecehkan," papar Rikwanto. Sementara AZ yang turut di dalam kamar itu tak membuat tindakan berarti sehingga LS terpaksa berjuang seorang diri.

LS juga sempat menghubungi seorang rekannya dan berteriak-teriak meminta pertolongan. Akhirnya, usaha Hilton dan Leandro untuk menodai LS tak berhasil. Kedua pria itu lalu pergi meninggalkan apartemen LS.

Atas peristiwa ini, LS melaporkan Hilton dan Leandro ke Polres Metro Tangerang atas tuduhan pencabulan. Pada Sabtu (25/2/2012), Hilton mendatangi Polres Metro Tangerang. Sementara Leandro dijemput paksa aparat kepolisian di apartemennya. Pada Senin (27/2/2012) sore, keduanya menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Metro Jaya.