Judi Sabung Ayam Online
Tampilkan postingan dengan label Teroris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teroris. Tampilkan semua postingan

Bom Bunuh Diri di Cirebon (Jumat, 15 April 2011)

Bom Bunuh Diri Cirebon (Jumat, 15 April 2011). Sebuah bom yang dikabarkan bom bunuh diri meledak di Masjid Polres Cirebon Kota pukul 12.15 saat shalat jumat. Suara ledakan terdengar sampai radius 2 kilometer. Akibat ledakan itu sekitar 15 orang luka. Kini mereka dilarikan ke rumash sakit Pelabuhan Cirebon dan RS Tentara Cermai Cirebon.

Menurut dilokasi, menyebut, ledakan itu adalah bom bunuh diri. Pelaku, menurut sumber ini memakai baju hitam berdiri di shaf kedua saat shalat di masjid itu.

Peristiwa ledakan berlangsung ketika dilakukan shalat Jumat di masjid Polres Cirebon Kota. Akibatnya, jamaah yang kebanyakan merupakan anggota polisi menjadi korban dalam ledakan itu.

Kepolisian Cirebon Kota telah memasang garis polisi di sekitar lokasi. Sekarang ini pihak polisi milter dan organiknya sedang melakukan pemeriksaan di lokasi sekitar.

Bom Buku dan Isi Surat untuk Ulil Abshar (JIL)

Bom dalam sebuah paket buku yang dikirimkan untuk aktivis Jaringan Islam Liberal, Ulil Abshar Abdallah, Selasa 15 Maret 2011 siang, sekitar pukul 10.00 meledak. Sebelumnya, paket yang diterima Sekretaris Institut Studi Arus Informasi (ISAI) Ade Juniarti itu mencurigakan karena di dalam paket buku tersebut terlihat kabel. Khawatir kabel itu merupakan bagian dari rangkaian peledak, Ade memutuskan menghubungi polisi.

Namun, saat polisi mengamankan paket tersebut sekitar pukul 16.10, terjadi ledakan keras yang menyebabkan salah seorang polisi terluka parah di bagian tangan. "Salah seorang polisi tangannya terputus," ujar Ocim Muslim, seorang pegawai di ISAI saat dihubungi Kompas.com. Menurut informasi yang diterima Kompas.com, anggota polisi yang terluka adalah Kasat Reskrim Jakarta Timur Komisaris Polisi Dodi Rahmawan.

Isi surat sendiri berupa permintaan agar Ulil memberikan kata pengantar untuk buku tersebut. ”Tadi dibuka sekretarisnya,” kata Paul, karyawan Green Radio saat dihubungi Kompas.com. Green Radio terletak di kompleks gedung yang sama di Jalan Utankayu 68H itu .

Berikut isi surat dalam paket tersebut:
Kepada: Ulil Abshar Abdallah
Perihal: Permohonan memberikan kata pengantar buku dan interview
Lampiran: 1 (satu) bundel buku
Bersama dengan ini saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: Drs. Sulaiman Azhar, Lc
Alamat: Jl Bahagia Gg Panser No 29 Ciomas Bogor Telp 0813 3222 0579
Pekerjaan: Penulis
Sedang dalam proses penyelesaian penulisan buku yang urgensinya sangat erat dengan peran aktif  bapak dalam lembaga yang bapak pimpin. Penulis bermaksud mengajukan permohonan sudi kiranya memberikan kata pengantar dalam buku saya.

Judul buku: Mereka harus di bunuh karena dosa-dosa mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin
Tema: Deretan nama dan dosa-dosa tokoh Indonesia yang pantas di bunuh
Jumlah: 412 Halaman

3 Hari Memburu Teroris, Anggota Brimob Tidak Ganti CD (Hanya Bolak-Balik Saja)

Cerita-cerita menarik bercampur lucu bermunculan dari beberapa anggota Brimob Polda Sumatera Utara selama mengepung tersangka teroris di Dolok Masihol, Serdang Bedagai. Selama tiga hari ini, mereka berada di tengah areal hutan dan perkebunan. Para anggota Brimob itu pun tidak bisa mandi. Bahkan, selama itu mereka hanya bisa ganti baju dua kali.

"Kami tidak mandi-mandi, makanya jorok begini," kata Brigadir B Toni di RS Bhayangkara Medan, seusai mengantar jenazah tersangka, Minggu (3/10/2010) petang.

Al Qaida Berencana Serang Eropa (Kota-Kota Besar di Eropa Jadi Sasaran)

Pemimpin nomor tiga Al Qaida disebut-sebut berada di belakang rencana serangan berantai terhadap sejumlah kota utama Eropa, dengan pola serangan mirip insiden Mumbai. Perihal sosok di balik rencana serangan yang berhasil digagalkan itu diungkapkan Mingguan Jerman, Der Spiegel, Sabtu (2/10/10).

Dalam edisi terbarunya yang baru beredar di pasar mulai Senin mendatang itu, Der Spiegel melaporkan Syeh Yunis al-Mauretani adalah tokoh Al Qaida yang merancang rencana serangan itu. Rencananya itu ikut didukung Ahmad Siddiqui, warga negara Jerman yang kini ditahan di Penjara Pangkalan Udara Amerika Serikat di Kabul Afghanistan, Bagram.