Bandar Taruhan Bola
Agen Judi Online
Taruhan Bola

Cara dan Teknik Beternak Lele Jumbo (Dumbo) Berdasarkan Pengalaman

Semoga artikel Cara dan Teknik Beternak Lele Jumbo (Dumbo) ini bermanfaat bagi anda yang berminat atau sedang terjun dalam bidang usaha pertenakan ikan khususnya ikan lele jumbo, baik dalam skala besar maupun kecil. Berikut adalah sebuah pengalaman dari seorang peternak ikan lele jumbo di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah bernama Agus Sutanto. Selengkapnya silahkan simak uraian beliau yang menuturkan pengalamannya dalam beternak lele jumbo atau dumbo!
Sebelum saya membagi pengalaman beternak ikan lele dumbo, agar lebih akrab dengan anda semuanya saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama saya Agus Sutanto, 28 tahun, lokasi saya tinggal sekaligus beternak ikan lele dumbo berada di desa tempursari RT 8 RW 3 kecamatan sambi kabupaten boyolali Jawa Tengah. Dulu saya memulai usaha ini dari nol besar Modal saya cuma punya teman yang memperkenalkan, mengajak dan suka ngiming-imingi keuntungan yang ia peroleh dari beternak ikan lele (Mas Doso thanks ya..) So buat teman-teman yang ada di situ.. yang pingin usaha ini..tapi belum punya pengetahuannya.. mari memulainya sekarang juga. Prinsip untuk memulai usaha ini hanya satu “Learning By Doing” pokoknya insya ALLAh sukses.. don’t worry Bro….
Melihat keberhasilan teman saya beternak ikan lele dumbo, saya seolah tergugah dari tidur untuk segera bangun memulai mengikuti langkah dia.. dalam pikiran saya muncul opini bahwa usaha ini sepertinya dan mudah-mudahan “tidak sesat dan menyesatkan”. OK setelah saya bertekad bulat untuk memulai “menempuh hidup baru” bersama makluk yang bernama ikan lele.. saya berusaha menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang dunia lele dumbo, buku-buku saya baca, internet saya tongkrongi, pakar-pakar maupun peternak ikan sering saya kunjungi, semua itu untuk membekali saya dalam berjuang menuju sukses menjadi Bos Ikan.
Saya mengamati lahan di sekeliling rumah, walau tidak luas tapi lahan ini cukup untuk dijadikan kolam-kolam pemijahan lele dumbo (karena memang pemijahan lele dumbo tidak begitu memakan tempat). Dengan niat mencari rizki halal dan mengucap Bismillahirrahmaanirrahim saya mulai melangkah membobol ATM untuk digunakan membangun kolam ukuran 1,5×2 meter = 2 (untuk memijahkan) dan 2×4 meter =1 (untuk menampung induk). Seiring dibuatnya kolam-kolam tersebut, saya sering silaturrahmi ke senior-senior pemijah ikan untuk mencari informasi dimana saya dapat memperoleh induk yang baik.
Kira-kira 2 bulan kemudian kolam-kolam tersebut sudah siap digunakan. Saya sudah memperoleh induk untuk dipijahkan. Sebagai pemelihara yang baik saya pesiapkan semua kebutuhan menjelang “bulan madu” ikan. Ijuk tempat menempelkan telur-telurnya sudah saya siapkan, air dan sirkulasinya sudah beres. Pada sore harinya kedua mempelai ikan, satu jantan satu betina (sebenarnya bisa juga satu jantan dua betina) ditampung dalam satu kolam . Setelah pagi hari, saya liat dikolam tersebut Ooooo… banyak banget telur-telur ikan yang menempel di ijuk, ada puluhan ribu telur disitu. Setelah induk mengeluarkan telurnya, kedua induk diambil dan dimasukkan ke kolam penampungan induk lagi. Karena telurnya terlalu banyak maka sebagian saya pindah ke kolam yang satunya. Air mulai di alirkan ke kolam yang terdapat telur ikan itu untuk mensuplay oksigen.
Hari berikutnya ternyata telur-telur ikan lele itu sudah mulai menetas menjadi bayi-bayi lele dumbo.. “good morning and wellcome baby lele dumbo” . Setelah ikan menetas, ketekunan dan kesabaran menuntut kita. Kita harus rajin menjenguk kolam itu, karena terkadang saluran pembuangan tertutup oleh anak-anak ikan. Setelah umur 3 hari biasanya ikan-ikan itu sudah mulai bertebaran memenuhi kolam. Usia 4-5 hari sudah harus diberikan makanan berupa cacing sutera. Demi kenyamanan dan kesehatan ikan kita harus membersihkan kolam itu secara teratur.
Menginjak usia 3 minggu, biasanya bibit lele tersebut perlu diseleksi dan dipisahkan antara yang pertumbuhannya cepat dengan yang biasa. Jika kita lengah dalam menyaring ikan yang ukurannya lebih besar maka bisa-bisa panen kita akan sedikit dikarenakan banyak yang dimakan ikan yang besar. Penyaringan itu biasanya 2 minggu diulang lagi. Ikan-ikan usia 2 bulan sudah mulai bisa dijual dengan harga sekitar Rp 80,- sampe dengan Rp 100,- ( TUH LIHAT HASILNYA..jika sekali memijahkan, satu jantan 2 betina, rata-rata panen 30.000 bibit dan satu ekor bibit dijual Rp 100,- berapa uang yang bisa kita peroleh??)
Comments
0 Comments