Bandar Taruhan Bola
Taruhan Bola

Cerita Cewek Mabuk Diperkosa (Kisah Nyata)

Cerita Cewek Mabuk Diperkosa (Kisah Nyata) - Alunan house music yang di mainkan Dj Ibiza Spain, terdengar dari loudspeaker handphone produksi China, menghibur empat orang anak baru gede (ABG) di ruang tengah sebuah rumah di Kelurahan Salassa, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara (Lutra).

Keempat ABG itu terlihat serius mendiskusikan permasalahan yang dialami salah seorang rekannya saat Reporter Luwuraya.com tiba di rumah itu, Selasa (6/12/11). Dihadapan para ABG, tersuguh empat gelas plastik dan satu jerigen lima liter yang berisi minuman tradional, ballo yang mengeluarkan aroma cukup menyengat.

Di ruangan berukuran 3x4 m itu, keempat ABG berinisial Re (17) ditemani Te,  Ap, dan Jo  mulai bersedia berbagi cerita tentang musibah yang dialaminya pada pekan terakhir di bulan November kemarin. Setelah kembali meneguk segelas ballo dan mengisap sebatang rokok dijarinya untuk menutupi rasa pahit dari minuman tradisonal itu, Re mulai bercerita.

Rasa ingin tahunya untuk merasakan Narkoba jenis sabu-sabu (SS) membuat dirinya nekat mengikuti ajakan lelaki, El (27) yang belum lama ia kenal dari seorang teman, untuk menikmati serbuk sabu-sabu secara gratis.

"Awalnya saya diajak El make sabu di Salassa, bertiga dengan temannya bernama Ha. Tapi karena merasa kurang aman di tempat itu akhirnya kami berhenti sejenak dan berencana melanjutkannya setelah malam hari," kata Re yang berusaha menyembunyikan rasa sedihnya.

Saat malam telah tiba, melalui nomor ponselnya yang telah diberikan pada Ha (28) saat berkenalan, Ha mengajaknya untuk kembali melanjutkan menggunakan Narkoba. Re yang saat itu masih merasa terkena reaksi sabu-sabu secara tanggung, tak berpikir lagi, langsung mengikuti permintaan Ha untuk bergegas ke tempat yang telah mereka sepakati bertemu.

"Melalui telpon, Ha mengajak ketemuan di Kota Masamba untuk lanjut memakai sabu-sabu. Tiba disana saya tidak melihat El, yang ada cuma Ha. Sempat saya menanyakan itu, namun Ha tidak memperdulikan, lalu mengajakku masuk ke kamar," ucap Re.

Di dalam kamar Ha telah menyiapkan peralatan pengisap (Bong) terbuat dari botol minuman mineral dan memulai memotong sedotan pipet menggunakan pisau, sesuai ukuran yang ada. Setelah bong siap Ha mulai membakar serbuk sabu-sabu dengan korek gas dan secara bergantian Ha dan Re mengisap asap sabu-sabu melalui bong tersebut.

"Entah berapa kali saya mengisap sabu itu, yang jelas reaksinya sangat terasa dipikiranku. Pendengaran terasa tajam dan perasaanku selalu was-was, ditambah lagi Ha selalu bercerita tentang akibat bila ketahuan dari polisi memakai Narkoba," ujar Re pada Luwuraya.com.

Dalam remang-remangnya cahaya lampu, terlihat kedua bola mata gadis beranjak dewasa ini memerah, entah itu pengaruh minuman keras yang diteguknya saat itu atau gadis berparas ayu ini lagi terbawa emosinya saat mengingat kembali musibah yang ia alami dan dengan terbata-bata, Re kembali menceritakan kejadian kelam yang ia alami malam itu.

"Sekitar pukul 23.30 wita, Ha mulai menggodaku, namun saya tidak pedulikan dia karena saat itu pikiranku sudah terpengaruh reaksi sabu-sabu. Tak lama kemudian, Ha tiba-tiba memelukku dan berusaha mengajakku untuk itu. Tapi saya menolak dengan keras," ungkap Re.

Malam itu, Ha yang telah dikuasai nafsunya berhasil memperkosa Re, seorang siswi kelas tiga di salahsatu Sekolah Menegah Atas (SMA) di Lutra, dengan cara mengancamnya menggunakan pisau yang tadinya dia gunakan untuk membuat bong.

Menurut Re, setelah kejadian itu ia tidak langsung pulang ke rumahnya di Desa Bakka, Kecamatan Sabbang, tetapi menujuh ke rumah rekannya, Te yang saat ini mereka tempati ngumpul meneguk minum keras murahan untuk menghilangkan sejenak masalahnya.

Sementara itu, Te mengatakan pada malam itu, Re datang ke rumahnya sekitar pukul 02.00 wita dan langsung ke kamar mandi, mengguyur seluruh tubuhnya dengan air. "Saat melihatnya saya sangat sedih, sambil menyirami badannya dia mengatakan," gara-gara barang setan akhirnya saya diperkosa, menyesalku". Setelah itu saya berusaha menenangkannya dan mengajaknya beristrahat," kata Te.

Setelah beberapa hari setelah kejadian itu, Re selalu mendapat ancaman dari Ha untuk tidak melaporkan kejadian itu pada pihak kepolisian karena menurut Ha bila Re mengadukannya kejadian itu sama saja Re membuka sendiri aibnya dan akan diketahui seluruh keluarganya bila Re pengguna Narkoba.

"Saya tidak mungkin melaporkan hal ini pada polisi, karena Ha mengancam akan mempermalukanku pada keluarga dan kata Ha bila saya mengadu saya juga akan ditangkap karena waktu itu juga menggunakan Narkoba. Saya sangat menyesal dan memang saya juga yang salah," ungkapnya.
Comments
1 Comments