Fenomena Tante Girang dan Om Girang - Wanita dewasa mengencani pria lebih muda sudah bukan fenomena baru. Namun, cinta
yang memang tak bisa ditebak arahnya ini, sepertinya masih mendapat
banyak tentangan.
Sebuah studi baru-baru ini mengungkap pilihan usia wanita
single terhadap
pria idaman. University of Wales Institute di Cardiff sampai pada
kesimpulan tegas, bahwa tante girang tidak ada. Setelah memilah ribuan
iklan
single, kepala peneliti Michael Dunn menyatakan, "Saya percaya fenomena tante girang adalah sebuah mitos dan ya, dibangun oleh media."
Penelitian Dunn didasarkan pada riset berbagai situs kencan dan wawancara lewat
website-nya.
Dia menemukan hasil bahwa wanita masih lebih memilih pria yang lebih
tua, dan bahwa kecenderungan tante girang adalah mitos belaka.
Judith Brower Fancher, penulis
Females and Younger Men menyatakan bantahan. “Pada saat yang sama saya meluncurkan buku
Females and Younger Men,
adalah untuk menegaskan tren global seputar wanita yang kencan dan
menikahi pria lebih muda, serta menjelaskan mengapa kecenderungan ini
terjadi, sebuah penelitian yang muncul dari seorang profesor,” bantah
Fancher.
Penelitian mendapat sorotan banyak media massa.
Reuters mengulasnya, diikuti puluhan media massa lain. Bahkan, majalah
Time mengeluarkan sebuah artikel yang mempertanyakan keandalan peneliti, seperti yang dilakukan
Huffington Post.Penelitian
dikatakan cacat. Sebab, hanya melibatkan mahasiswi usia 18 tahun yang
memang tidak mencari kekasih seorang pria muda. Selanjutnya, Dunn juga
mengabaikan beberapa fakta wanita berkencan dan menikah dengan pria
muda, di antaranya:
- Pada Juli 2009, 7 dari 25 (hampir 30 persen) pernikahan yang dicatat
New York Times adalah wanita dengan pria lebih muda.
- Menurut
BBC,
26 persen (satu dari empat pernikahan) pengantin wanita Inggris lebih
tua daripada pengantin pria. Jumlah ini meningkat dari 15 persen menjadi
26 persen dalam 25 tahun terakhir.
- Survei AARP
baru-baru ini yang dilakukan terhadap wanita usia 40-69 tahun menemukan
bahwa 34 persen wanita—lebih dari sepertiga—mengencani pria lebih muda.
-
Pada sebuah survei di Turki tahun 1987 menyatakan bahwa 55.000 wanita
menikahi pria lebih muda. Dan pada 2006, jumlah tersebut naik hampir dua
kali lipat menjadi 90.000.
- Sebuah studi baru oleh
Statistics Korea mencatat bahwa meski dilingkupi oleh tradisi Korea,
jumlah wanita menikah dengan pria muda melonjak dari 10,1 persen pada
1999 menjadi 14,3 persen pada 2009.
Mengapa tante girang dicemooh?
Kenyataannya, seperti diungkap
Askmen, pria
yang mengencani wanita muda masih dikatakan "pria", tapi wanita yang
berkencan dengan pria lebih muda malah dijuluki “tante girang". Mengapa
bisa demikian? Mengapa tante girang dilekatkan dengan imej buruk?
Julukan
tersebut tentu tidak datang dari wanita (mengingat tak ada orang yang
mau mencemooh diri sendiri?), sehingga kemungkinan berasal dari pria.
Dan alasannya jelas, bahwa kebanyakan pria tidak menyukai perubahan.
Wanita dan pria muda memang sebuah tren yang relatif baru berkembang
selama 20 tahun terakhir. Kemungkinan, permasalahan terletak pada
kesetaraan gender.
Jika wanita muda tidak lagi membutuhkan pria
dewasa untuk "merawat mereka," apakah berarti bahwa kedudukan pria
menjadi kurang penting dalam kehidupan wanita? Nyatanya tidak. Wanita
mencintai pria. Dengan daya tarik masing-masing, pria tetaplah pemburu
wanita.
Jadi, gagasan bahwa wanita yang berkencan dengan pria lebih muda adalah
predator yang sedang mencari korban, jelas tidak beralasan.
Uang tak bisa membeli cintaIni
tentu bukan masalah kecil bagi pria untuk bisa mendapatkan cinta
seorang wanita, hanya saja mereka mungkin harus melakukan usaha lebih
dari sekadar memberikan hadiah mahal. Bahkan, karena wanita sekarang
mencari pria yang mereka cintai daripada seseorang yang bisa memuaskan
seleranya, maka uang tidak mungkin melakukannya. Wanita akan mencari
seseorang yang benar-benar mereka kasihi.
Persaingan sesama wanita
Lalu,
siapa lagi yang memberikan julukan tante girang kepada wanita yang
mengencani pria lebih muda? Jawabannya, wanita muda, karena kini mereka
memiliki saingan baru.
Wanita usia 20 tahun jadi kurang percaya
diri dan aman saat ingin mendekati pria berusia 32 tahun, karena
bersaing dengan wanita berusia 37 tahun. Wanita dewasa tahu benar apa
yang disukai pria, bagaimana menghadapi pria dengan kemahirannya
berkomunikasi, dan mampu berbusana dengan sangat baik.